Minggu, 22 Desember 2013
Ayat :
(29) Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam sebuah kitab
(30) Maka rasakanlah.Maka Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain siksa
TAFSIR:
Segala sesuatu telah kami jadikan untuknya timbangan serta ukuran dan segala sesuatu yang berkaitan dengan amal-amal yang kami mintai pertanggungjawaban itu telah kami catat dengan pencatatan yang teliti dan rinci,dalam sebuah kitab yaitu kitab amalan kamu yang selama hidup telah dicatat oleh malaikat atau kami catat dalam al-lauh al-mahfuzh,karena itu ia tif]dak
Kata ahsha dapat berarti menghitung secara sangat teliti.Ia terambil dari kata hasha,yakni batu-batu kecil.Itu karena dahulu biasanya demi ketelitian,jika seorang melakukan perhitungan dan telah mencapai jumlah tertentu,maka dia meletakan batu kecil sebagai lambing jumlah yang telah dihitung.Kata tersebut dapat juga berarti menulis atau mencatat.Karena baik maenghitung,menulis atau mencatat,keduanya mengandung makna ketelitian dan pemeliharaan.Ayat 29 di atas bias juga merupakan ihtibak,yakni tidak menyebut satu kata karena telah diisyaratkan dengan adanya kata itu pada redaksinya.Sehingga ayat diatas bagaikan menyatakan: Dan segala sesuatu telah Kami hitung dengan perhitungan yang sangat teliti,dan segala sesuatu telah kami tulis dalam suatu kitab.
Maka karena itu rasakanlah wahai para pendurhaka siksa itu maka jangan harap siksa itu akan berkurang dengan berlalunya waktu.Dan Kami tidak akan menambah kepada kamu selain siksa yang lebih pedih.yakni siksa yang telah kamu alami akan disusul oleh siksa lainnya yang lebih pedih.
Ucapan yang ditujukan kepada para pendurhaka itu,dinilai oleh sebagian ulama sebagai ayat yang paling keras terhadap para penghuni neraka,karena setiap mereka meminta keringanan,siksa itu justru bertambah.Dalam redaksi ayat ini terdapat sekian banyak penekanan.Pertama kata lan / tidak akan,kedua.pengalihan redaksi dari persona ketiga ke persona kedua yang ditujukan langsung kepada yang tersiksa,padahal sebelumnya digunakan persona ketiga.Sedangkan penekanan ketiga adalah kata fa dzuqu / rasakanlah setelah sebelumnya telah disebut adaanya saiksa.
Langganan:
Komentar (Atom)