Jumat, 29 November 2013
Ayat:
(12) Dan Kami telah bangun diatas kamutujuh yang kokoh
(13) dan Kami telah menjadikan pelita yag sangat terang
(14) dan Kami telah menurunkan dari awan air yang tercurah deras
(15) supaya Kami mengeluarkan denganya biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan
(16) dan kebun-kebun yang lebat.
TAFSIR:
Dan Kami telah bangun diatas kamu tujuh lapis langit yang kokoh lagi mantap dan dapat bertahan selama mungkin sampai Kami menetapkan kepunahannya.
Kata sab’an (tujuh) dapat berarti banyak,bukan dalam arti angka yang dibawah delapan dan diatas enam.Atau bisa juga mununjuk pada tempat beredarnya ketujuh bintang sirah (planet)—yang karena kemasyhurannya sampai-sampai kalangan awampun mengenalnya—yang pada masa lampau diduga hanya ketujuhnya yang maengitari matahari.Bukannya yang mereka tidak ketahui dan yang ditemukan setelah masa turunnya al-Qur’an.
Dan Kami telah menjadikan pelita,yaitu matahari yang sangat terang lagi menghasilkan panas sampai batas waktu yang Kami kehendaki.
Berkaitan dengan matahari,ilmuwan telah membuktikan bahwa panas permukaan matahari mencapai 60.000oc,sedangkan panas pusat matahari mencapai 30.000.000oc,disebabkan oleh materi-materi bertekanan tinggi yang ada pada matahari.Sinar matahari menghasilkan energi berupa ultraviolet 9%,cahaya 64%,inframerah 45%.Karena itulah ayat ini menamai matahari sebagai sirajan (pelita) karena mengandung cahaya dan panas secara bersamaan.
Kata wahhajan terambil dari kata wahhaja yang berarti bercahaya atau berkelap-kelip atau menyala.Dan Kami telah menurunkan dari awan yang telah terkumpul padanya uap-uap dari laut air yang tercurah deras.
Mu’shirat adalah bentuk jamak dari kata al-Mu’shir yang terambil dari kata ‘ashara yang berarti memeras.Gadis yang telah hampir haidh dinamai juga mu’shir karena usianya telah mencapai batas yang memungkinkannya untuk mengekuarkan (cairan) darah tertentu dari tubuhnya.Hujan merupakan hasil kumpulan uap-uap air lautan dan samudera yang membentuk awan dan kemudia berubah- setelah semakin membesar-menjadi tetesan-tetesan air atau salju atau kedua-duanya.Uap air yang terkumpul bagaikan diperas lalu tercurah dalam bentuk hujan atau embun.Karena itulah maka awan dinamai al-mu’shirat,yakni yang memeras.
Kata tsajjajan terambil dari kata ats-tsajaja yaitu tercurah dengan deras.Supaya Kami mengeluarkan yakni tumbuh-tumbuhan dengannya yakni dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan antara lain untuk menjadi bahan pangan manusia dan hewan.
Kata linukhrija |supaya kami mengeluarkan digunakan bukan dengan kalimat “ supaya kami menumbuhkan” karena tujuan pemaparan kandungan ayat-ayat diatas adalah untuk membuktikan kuasa Allah membangkitkan dan mengeluarkan manusia dari kuburnya dalam keadaan hidup,atau dengan kata lain membangkitkan dari kubur.
Al-habbu adalah biji-bijian yang digunakan sebagai makanan pokok manusia seperti gandum,padi,dsb.Sedangkan an-nabatu adalah tetumbuhan untuk makanan hewan seperti ilalang,rumput,dsb.
Kata alfafan adalah bentuk jamak dari kata lafif yang terambil dari kata laffa,yaitu mengelilingi dan membungkus pepohonan.Yang dimaksud adalah dahan dan daun-daun kebun yang kait berkait mengelilingi satu dengan lainnya karena lebatnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar