Jumat, 29 November 2013

Ayat: (27) Sesungguhnya dahulu mereka tidak mengharapkan hisab. (28) Dan mereka telah mengingkari ayat-ayat Kami dengan pengingkaran sebesar-besarnya. TAFSIR: Sesungguhnya sejak dahulu dan ini telah menjadi bagian dari kepribadian mereka,bahkan mereka selalu dan secara terus menerus hingga kini,mereka tidak mengharapkan adanya hisab,yaitu tuntutan pertanggungjawaban atas amal perbuatan mereka,atau tidak takut menghadapinya sehingga mereka tidak berusaha menyelamatkan diri.Kata kanu / dahulu,dipahami juga sebagai mencerminkan kemantapan kepribadian mereka dalam sifat buruk tersebut,dan bahwa ketidakpercayaan itu telah mendarah daging dalam diri mreka.Penggunaan kata kerja masa kini (mudhari) pada kata la yarjuna/ tidak mengharapkan untuk menunjukan sikap mereka kini-dan bias jadi sampai masa dating.Ada yang berpendapat bahwa pemilihan kata mengharap disini karena sebelumnya Allah telah menjelaskan siksa yang disiapkan buat kaum musyrikin itu.Kaum muslimin yang mendengar ancaman tersebut merasa senang dan menantikan dengan penuh harap datangnya siksa tersebut.Dari sini ayat di atas menafikan harapan serupa dari kaum musyrikin.Dengan kata tersebut ayat 27 diatas mengandung dua makna sekaligus; yang pertama menafikan kepercayaan kaum musyrikin tentang hari kebangkitan dan kedua,mengisyaratkan harapan kaum muslimin. Dan mereka telah mengingkari ayat-ayat Kami yang terbaca,yaitu Al-Quran atau yang terhampardi alam raya dengan pengingkaran yang sebesar-besarnya .Penekana kata kadzdzabu (mengingkari atau mendustakan) dengan kata kidzdzabun menggambarkan betapa besar sekaligus aneh pengingkaran mereka itu,seakan-akan seandainya mereka mendengar kebohongan yang besar,mereka tidak mengingkarinya sebagaimana pengingkaran mereka terhadap hari kebangkitan,padahal ia adalah hakikat yang merupakan keniscayaan.Penggunaan bentuk kata kerja lampau (kadzdzaba) untuk pengingkaran sedang sebelumnya menggunakan bentuk kata kerja masa kini (la yarjuna),untuk menggambarkan kemantapan pengingkaran tersebut dalam diri mereka.Ini karena mereka sering berkata: Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepada-Nya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding.(QS.Fushshilat [41]:5) Karena mereka tidak mengharap adanya kebangkitan manusia,maka mereka tidak pernah memperhitungkan apa yang akan terjadi disana,dan ini menjadikan mereka sama sekali tidak melakukan kegiatan kecuali yang berkaitan dengan kehidupan sekarang di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar