Ayat :
(6) Bukankah Kami telah menjadikan bumi ayunan ?
(7) Dan gunung-gunung pasak-pasak ?
(8) Dan kami telah menciptakan kamu berpasang-pasangan
(9) Dan kami telah menjadikan tidur sebagai pemutus
(10) Dan kami telah menjadikan malam pakaian
(11) Dan kami telah menjadikan siang hidup
TAFSIR
Setelah itu Allah Swt mengingatkan pada mereka kuasa-Nya dan tanda-tanda rahmat-Nya.Bukankah kami telah menjadikan bumi bagaikan ayunan,sehingga kamu dapat menggunakannya dengan nyaman.
Mihadan terambil dari kata Mahd,yakni sesuatu yang disiapkan dan dihamparkan secara halus dan nyaman.Dari sini ayunan dinamai Mahd.Allah telah menyiapkan bumi ini sedemikian rupa,menetapkan dan mengatur sistemnya serta menentukan kadar-kadar yang berkaitan dengannya sehimgga menjadi nyaman dihuni manusia.Kata Mihadan berarti juga hamparan atau alas untuk duduk,berjalan,tidur dsb.Allah telah menjadikan bumi ini sebagai temapat tinggal manusia dan hewan,karenanya ia dimisalkan sebagai yang terhampar bagaikan permadani bagi pelbagai kegiatan mereka.
Dan Allah Menjadikan gunung-gunung sebagai Pasak-pasak guna menguatkan bumi.Kata Autadan adalah bentuk jamak dari kata Watad,yaitu paku yang besar.Masyarakat Arab lampausangat mengenal kemah,karena dalam perjalanan selalu menggunakannya.Untuk memasang kemah diperlukan tali-tali dan pematokyang kuat yang ditanam agar kemah tidak diterbangkan angin.Ayat ini menggambarkan pada mereka keadaan gunung-gunung sebagai pasak-pasak yang berfungsi sebagai pematok-pematok bumi,seperti halnya kemah yang juga memerlukan pematok agar dia tidak oleng atau bergoyang,disebabkan bahan-bahan (logam-logam) tertentu yang senantiasa bergolak didalamnya.
Dan kami telah menciptakan kamu wahai manusia,bahkan semua makhluk Berpasang-pasangan,yaitu lelaki dan perempuan,jantan dan betina,positif dan negatif.
Dan kami telah menjadikan tidur kamu ssebagai Pemutus segala kegiatan kamu sehingga kamu dapat beristirahat.Subatan terambil dari kata Sabata (memutus).Yang diputuskannya adalah kegiatan sehingga pada akhirnya ia mengandung makna istirahat.Ada juga yang memahaminya sejak semula dalam arti tenang,yaitu tenangnya beberapa potensi yang tadinya giat,yaitu saat orang sedang sadar.Disini kata tersebut berarti tidur.
Tidur adalah salah satu diantara dari dua jenis kematian."Kematian" beberapa jam akan mengistirahatkan anggota tubuh setelah kelelahan,menggiatkan kembali setelah rasa malas,dan mengembalikan tenaga setelah kehilangannnya.
Dan kami telah menjadikan malam dengan kegelapannya bagai Pakaian yang menutupi pandangan pihak lain dari apa yang enggan diperlihatkan.
Dan kami telah menjadikan siang untuk mencari saran dan kebutuhan Hidup.Ma'asyan terambil dari kata 'Asya (Hidup).Kata Ma'asyan digunakan dalam arti hidupjuga dalam arti sarana hidup,seperti makan dan minum.
Ayat diatas menggunakan kata Naj'al dan Ja'alna dalam beberapa hal yang disebutkannya kecuali kata Aswajan (Berpasang-pasangan) yang menggunakan kata Khalaqa bisa berarti menjadikan,jika objeknya dua seperti pada ayat 8 diatas.Kata Ja'ala digunakan al-quran antara lain untuk menekankan betapa besar manfaat dari apa yang dijadikan Allah itu dan hendaknya manusia dapat menyadari dan memanfaatkannya sebaik mungkin.Sedang kata Khalaqa penekanannya pada keagungan Allah dan kehebatan ciptaan yang diciptakan-Nya itu.Ini berarti ayat-ayat diatas menekankan perlunya manusia memanfaatkan sebaik mungkin bumi yang terhampar itu,gunung-gunung yang menjulang tinggi,semua waktu-waktu yang disiapkan Allah untuk tidur dan bekerja.Disisi lain,keberadaan pasangan-pasangan hendaknya dimanfaatkan manusia karenakeberpasangan itu merupakan suatu hal yang sangat hebat serta bukti yang sangat jelas bagi kuasa Allah SWT.
Allah dalam ayat diatas menunjuk diri-Nya dengan kata Kami.Ini disamping intuk memberi kesan keagungan dan kebesaran-Nya juga untuk mengisyaratka bahwa hal-hal tersebut melalui sistem yang ditetapkan Allah bagi kejadian,yaitu Allah menciptakan sebab-sebab,dan melalui sebab-sebab itu hal-hal yang disebut ayat-ayat diatas dapat terlaksana.Penggunaan bentuk kata kerja masa lampau (Madhi) pada ayat-ayat diatas mengesankan bahwa itu telah dilakukan Allah,tetapi jika berhendak,Dia dapat menghentikan anugerah-Nya itu sehingga dapat tidak nyaman dihuni,malam tidak lagi gelap atau manusia tidak dapat tidur,siang pun dapat dijadikannya tidak dapat dimanfaatkan.Karena itu jangan mendurhakai Allah dan jangan menolak kehadiran utusan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar