Jumat, 29 November 2013
Ayat :
(17) Sesungguhnya hari pemisahan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan.
(18) Yaitu hari ditiup sangkakala lalu kamu telah (pasti) dating berkelompok-kelompok.
(19) Dan dibukalah langit maka menjadilah beberepa pintu.
(20) Dan dijadikanlah gunung-gunung maka menjadilah ia fatamorgana
Tafsir :
Sesungguhnya hari kebangkitan yang dipertentangkan dan diperselisihkan itu dan juga merupakan hari pemisahan antara yang percaya dan yang tidak percaya,yang taat dan durhaka,yang mendapat nikmat dan yang mendapat siksa serta hari jatuhnya putusan menyangkut apa yang diperselisihkan tentang kebangkitan,hari itu adalah suatu waktu yang sejak awal telah ditetapkan oleh Allah jauh sebelum adanya keraguan terhadapnya.Yang dimaksud dengan yaum al fashli adalah hari kiamat,ketika kebenaran tampak nyata dan tirai penutup hati manusia tersingkap sehingga semua yang pernah terbesit di dalamnya menjadi terbuka bagi penglihatan.Maka diputuskanlah antara yang haq dan yang bathil.
Miqatan terambil dari kata miqt,yaitu masa atau tempat yang ditetapkan untuk penyelesaian kegiatan atau peristiwa.Hari kiamat adalah waktu yang dijadikan Allah sebagai masa untuk penyelesaian serta pemberian balasan dan ganjaran bagi makhluk (manusia) yang taat dan durhaka.Pada hari itu semua manusia berkumpul disana,agar setiap orang menyaksikan akibat perbuatannya masing-masing.Dan hal itu telah menjadi ketetapan Allah SWT.Yaitu hari yang pada waktu itu ditiup oleh malaikat isrofil – untuk kedua kalinya – sangkakala lau kamu semua bangkit dari kubur kamu,yaitu keluar dari alam barzakh dan telah yaitu pasti datang berkelompok-kelompok menuju ke padang mahsyar.
Kita tidak mengetahui tentang sangkakala itu kecuali namanya shur,yaitu sangkakala,dan kita tidak ketahui kecuali bahwa ia akan ditiup.Mengenai hal peniupan sangkakala tersebut,kewajiban kita hanya mengimani keterangan ( dalam Al-Quran ) saja,bukan mengetahui cara atau hakikatnya.Peniupan sangkakala yang dimaksud disini adalah peniupan kedua,karena ayat ini berbicara tentang kebangkitan mannusia dari kuburnya,sedang peniupan pertama adalah kematian semua makhluk yang masih hidup di alam raya ini.Allah berfirman: Dan ditiup sangkakala,maka matilah siapa yang di langit siapa yang di bumi kecuali siapa yang di kehendaki Allah.Kemudian ditiup sekali lagi,maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu(putusannya masing-masing).(QS,Az-Zummar [39] : 68)
Dari ayat-ayat Al-Quran dipahami bahwa kebangkitan dari kubur sekaligus peiupan sangkakala,keduanya terjadi setelah kehancuran alam raya.Ayat di atas menempatkan peristiwa kehancuran itu setelah kebangkitan.Ini karena ayat ini bermaksud menyampaikan dengan segera hal yang terpenting.Seperti diketahui,huruf wauw (dan),tidak mengandung makna perurutan kejadian.Ia hanya menginformasikan terjadinya dua peristiwa atau lebih tanpa menunjuk yang mana yang lebih dahulu.Berdeba dengan huruf fa yang bias diterjemahkan ‘ maka atau lalu’,dan berbeda juga dengan tsumma (kemudian).Ada juga ulama yang memahami huruf wauw diatas berfungsi menjelaskan keadaan langit ketika itu,yakni kamu dating berkelompok-kelompok,sedang sementara itu lamgit terpecah belah.Kedatang kelompok-kelompok itu dipahami dalam arti kedatangan setiap umat di bawah pimpinan nabi atau pimpinan mereka.Ada juga yang memahami dalam artri kelompok atau pengamal amal tertentu,ada kelompok pembawa isu negative,ada kelompok pemakan riba,ada kelompok orang-orang yang angkuh,dan lain-lain.
Dan dibukalah langit,yaitu ia pecah dan terbelah menjadi semakin banyak pecahan itu bagaikan beberapa pintu tanpa wujud bangunan.Pembukaan pintu-pintu langit yang dimaksud adalah kehancuran langit.Ini serupa dengan firman-Nya: apabila langit terbelah (QS.Al Infithar [82]:1), dan (QS.Al Insyiqaq [84]:1).Atau seperti firman-Nya:…ingatlah hari ketika langit terbelah dan mengeluarkan kabut… (QS.Al Furqan [25]:25).Pada hari itu berubahlah semua tatanan alam semesta.Tidak ada lagi bumi yang mengangkat (segala yang berada di atasnya) atau langit yang menaungi (segala yang berada di bawahnya).Semuanya akan menjadi pintu-pintu atau ruang terbuka,sehingga tidak ada lagi arah atas atau bawah.Saat itulah saat kehancuran alam ‘atas’ seperti juga kehancuran alam ‘bawah’.Penggunaan kata buka serta dalam bentuk pasif (dibuka) untuk mengisyaratkan mudahnya hal itu dilakukan Allah.Itu hanya bagaikan membuka pintu.Sementara ulama memahami ayat 19 di atas dalam arti ‘Maka berhubunganlah-dengan terbukanya pintu-pintu itu-alam manusia dan alam malaikat’.
Dan dijadikannya gunung-gunung setelah dicabut dan diporak-porandakan maka menjadilah ia debu beterbangan seperti fatamorgana.Ini adalah suatu permisalan bagi terguncangnya bumi pada hari itu.Gunung-gunungnya tidak lagi memiliki kekukuhan seperti yang kita kenal sekarang.Sifat kekukuhan dan kemantapannya akan hilang musnah sehingga ia menjadi laksana fatamorgana,yampak dari kejauhan,namun apabila didekati tidak sesuatu pun yang dapat disentuh.Selain itu,barulah dilenyapkan secara menyeluruh,tidak tersisa dan tidak berbekas sebagaimana firman-Nya: Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung maka katakanlah,” Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari kiamat) sehancur-hancurnya”.(QS.Thaha :105).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar